9 Teknik Mancing di Laut Bagi Pemula

by sheilatour on February 12, 2019

 

Jika kita wisata ke pulau seribu menikmati keindahan pulau rasanya belum lengkap jika tidak mencicipi hasil laut disekitar pulau, dan salah satu cara menikmatinya adalah dengan memancing. Aktivitas mancing ini membutuhkan kesabaran dan kecermatan ini pun menjadi salah satu kegiatan andalan untuk menghabiskan waktu. kami akan kupas 10 teknik mancing di laut bagi pemula:

 

1. Flying Lining

Teknik yang disebut juga ngoncer karena menggunakan pemberat yang disebut ngoncer tersebut. Rigging ngoncer atau kenur utama akan dipasang swifel dan kemudian disambung ke neckline dan mata kaildiikatnya ke neckline. Teknk ini menggunakan ikan hidup atau live bait sebagai umpannya. Selar, tembang, kembung dan baby barracuda pun bisa dijadikan umpan untuk teknik ini.

Cara memancing menggunakan teknik ini adalah umpan hidup dibiarkan berenang menjauhi kapal untuk menuju lokasi spot sambil menunggu ikan yang akan memangsanya. Ikan-ikan yang dijadikan target seperti ikan tenggiri atau barracuda kemudian menyambar umpan hidup hingga membuat ngoncer tersebut bergerak dan bergeser sekitar 1 sampai 2 meter dari live bait. Penggunaan balon yang diikatkan ini agar ikan tidak berenang ke bawah dan dapat ditangkap dengan mudah.

 

2. Bottom Fishing (Mancing Dasaran)

Mancing dasaran adalah teknik mancing paling umum dan paling populer di kalangan pemancing. Teknik mancing ini sangat sederhana, buat rangkaian dasar, pasang umpan, lalu cemplungkan dan tunggu sampai ada sambaran/strike.

Mancing dasaran menggunakan joran dengan ril spinning atau overhead ril atau malahan pakai tangan saja (handline) yaitu cara mancing paling tradisional. Mancing dasaran harus menggunakan pemberat seperti timah atau besi yang beratnya tergantung pada kencangnya arus di perairan tersebut.

 

3. Casting

Jika kamu ingin memancing ikan kerapu, kakap atau ikan laut lainnya, maka teknik casting merupakan teknik yang tepat. Memancing jenis ini menggunakan umpan tiruan atau lure untuk mendapatkan ikan. Lure sendiri bisa berupa tiruan dari ikan, serangga atau binatang laut lainnya. Caranya adalah dengan melemparkan lure menuju target menggunakan alat joran dan reel. Momen melemparkan dan menggulung lure merupakan inti dari teknik ini, sehingga ada juga yang menerapkan teknik ini hanya dengan tangan kosong atau handline. Tidak ada patokan untuk melakukan berapa kali lemparan, bahkan harus dilakukan terus menerus sampai ikan didapatkan. Maka dari itu, teknik ini seringkali dikategorikan sebagai sportfishing atau memancing sambil berolahraga.

 

4. Negek

Target utama negek adalah ikan baronang (rabbit fish). Cara mancing ini sering juga disebut ngegarong karena menggunakan sejenis mata kail yang bermata 6 dan berbentuk seperti matahari yang disebut garong. Uniknya, seringkali (atau lebih sering) ikan yang di garong tertangkap bukan karena pancing nyangkut di mulutnya tetapi nyangkut di insang, perut, buntut dan sebagainya.

Mancing garong ini biasanya menggunakan joran tegek/pole rod yaitu joran tanpa ring guide, yang panjangnya bervariasi antara 4 s/d 6 meter. Mancing garong menggunakan pelampung kecil yang dibuat dari kayu ringan dan biasanya bentuk pelampung seperti piring terbang, oval, bulat dan lain-lain, atau sesuai keinginan pemakai. Jarak antara pelampung dengan garong ditentukan dengan melihat kedalaman air, begitu juga dengan panjang kenur disesuaikan dengan kedalaman air tempat kita mau negek atau sepanjang joran tegek kita.

Mancing ini umumnya menggunakan umpan lumut laut, nasi dan umpan sesuai makanan habitat baronang di daerah tersebut. Umpan tersebut tidak ditempelkan di pancing tetapi dijepit pas diatas garong.

a. Teknik Negek

Normal atau cara seperti mancing biasa.
Ngoyor, sebagian badan masuk kedalam air.

 

5. Jigging

Teknik mancing dengan menggunakan umpan tiruan atau jig, dicemplungkan dan dibiarkan meluncur ke dasar laut secepat mungkin dan disebut vertical jigging atau melempar (casting) jig sejauh-jauhnya lalu dimainkan sebelum jig mencapai dasar dan disebut horizontal jigging, kemudian segara menggulung ril dengan cepat sambil sesekali disentak-sentak dengan irama tertentu.

Cara tersebut dilakukan agar umpan tiruan tersebut bergerak mirip umpan alami berenang menuju keatas sehingga ikan sasaran mau menyambarnya. Jigging biasanya dilakukan dari kapal/perahu yang lego jangkar dan berdiam di tempat pada spot yang terdiri dari terumbu karang atau tubiran dengan kedalaman antara 50 sampai 100 meter.

Rigging Jigging : Mainline – Leader – Solid Ring – Split Ring – Jig

Teknik jigging yang lazim dipergunakan adalah :

Speed jig (short stroke) : Joran dihentak berkali-kali sambil terus menggulung ril.
Long stroke : Joran dihentak satu kali terus ril digulung beberapa kali.
Yo-yo : Setelah jig sampai dasar, gulung sedikit sekitar 1 meteran, lalu mulai digerak-gerakan seperti orang main yo-yo (naik turun) atau kadang digunakan campuran dari ketiga-tiganya.

 

6. Trolling

Teknik memancing trolling ini umumnya digunakan pada saat kapal sedang berjalan dengan kecepatan 5-7 knot. Umpan yang digunakan oleh teknik ini adalah umpan buatan untuk memancing ikan tenggiri dan wahoo. Selain rapala, umpan lain yang digunakan adalah konehead yang berbentuk seperti cumi tapi dengan warna menyolok. Umpan konehead ini digunakan untuk memancing ikan marlin, layaran atau lemadang.

Biasanya jarak umpan dari kapal bisa mencapai 20 sampai 10 meter tergantung ukuran dari umpannya sendiri. Selain itu, joran trolling juga menggunakan tipe overhead yaitu ril yang posisinya berada pada sisi atas joran. Sedangkan bagian bult pada joran trolling ada 2 jenis yaitu bent (bengkok) dan straight (lurus)

 

7. Teknik Poping

Teknik poping hampir sama dengan teknik casting yaitu melemparkan umpan tiruan dalam hal ini umpan tiruan disebut popper ke spot yang dijadikan target kemudian dilanjutkan dengan menggulung ril dengan irama. Cara tersebut dilakukan agar umpan tiruan tersebut bergerak mirip ikan umpan alami, sehingga ikan sasaran mau menyambarnya.

Pada teknik poping, sebenarnya ikan bukan mau memakan popper tersebut, tetapi karena suara dan gerakan popper yang kita mainkan membuat ikan predator merasa terganggu wilayahnya sehingga menyambar popper tersebut.

Rigging Poping : Mainline – Leader – Solid Ring – Split Ring – Popper

 

8. Teknik Surf Fishing

Teknik mancing ini dilakukan dari pantai dengan menggunakan joran yang panjangnya kira-kira 5 meter. Joran surf fishing seperti joran spinning hanya jauh lebih panjang dari joran normal, ril yang dipakai biasanya ril spinning spool 4000 keatas.

Teknik surf fishing yaitu dengan cara melempar umpan sejauh-jauhnya dan dibiarkan mendarat dan diam di tempat umpan tersebut jatuh, oleh karena itu teknik mancing ini harus menggunakan timah pemberat untuk menahan agar umpan tidak bergerak kesana kemari dibawa ombak dan umpan yang digunakan biasanya irisan ikan, cacing laut atau kerang-kerang yang ditemukan di pantai.

Pelontaran umpan harus ditujukan kecekukan-cekukan yang diperkirakan ada ikan dan dilakukan pada waktu pasang naik karena pada saat itulah ikan diperkirakan mendekati pantai untuk mencari ikan.

 

9. Teknik Rock Fishing

Teknik mancing ini hampir sama dengan teknik surf fishing dan menggunakan peralatan yang hampir sama tetapi dilakukan dari atas batu karang (rock) atau pinggir laut yang curam.

Memancing dengan teknik rock casting sebenarnya sangat berbahaya karena pemancing harus memanjat tebing dan mencari spot diatas permukann batu karang yang tinggi. Oleh karena itu teknik ini biasanya hanya dilakukan oleh pemancing yang suka mencari petualangan.

 

Written by: Asep Budiawan

Previous post:

Next post: